My Pages

Showing posts with label suju. Show all posts
Showing posts with label suju. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

SUPER JUNIOR FANFICTION - 15 (16) Years Old Nanny part 9

Title : 15 (16) Years Old Nanny (part 9)

Author : JW (@JW2213)

Casts :
Cho Hae Ra (OC);
Cho Kyu Hyun (as Kim Kyu Hyun);
Kim Ki Bum;
For the rest please find them by yourself, THANK YOU :D

Genre : Romance, school, slice of life

Length : Chapter

Rated : General

Disclaimer :  Please, I need your comments. And please kindly realized that plagiarism can be considers as STEALING. It’s againts the rules of our NATION. Thank you.

Author’s noteHaloo~~ Berhubung sebuah website yang biasa saya kirim ff saya itu ga kunjung meng-update cerita saya maka demi salah seorang pembaca setia saya, saya mengirim part 9 nya di blog saya :) semoga puas yaa~  
 Buat yang bertanya-tanya di part ini kenapa role Hae Ra sebagai nanny yang merupakan main topic dari ff ini udah mulai pudar, JW minta maaf. Memang topik utamanya adalah Nanny (Hae Ra), mungkin setelah part ini dan selanjut-selanjutnya nanny role ga bakal jadi fokus satu-satunya. Akan sedikit membelok ke haluan lain yang ga banyak-banyak amat sih. Semoga masih tetap pantas dibaca :’) Dan juga untuk yang bertanya-tanya kapan cerita yang sudah berjalan sangat lama dengan saya ini akan berakhir, maka jawabannya adalah : Hanya Tuhan yang tau, bahkan saya tidak tau .___. Ehe~ Gomaptaa~

PART 9

Nuguseyo (Siapa kau)?!” Aku masih bertanya dengan posisi di dalam pelukkannya, atau yang lebih tepat disebut belitan kedua lengannya yang super kuat. Aku tidak tau siapa dia, tapi aku juga tak bisa melepaskan pelukkannya, DIA BEGITU KUAT BAGAIKAN SAPI!!

Friday, February 15, 2013

Photoshopping (?) - FANFICTION POSTERS

Hi guys, it's been a while...
A while?
I must be stupid to say these times were A WHILE.....
Alright, never mind. Forget it...
Let's go to the main topic

Monday, October 24, 2011

About SNSD's comeback (FEELINGS ver.)~

WUOOOHHH!!! SNSD IS BACK!!!
---SNSD---
(Tiffany, Hyoyeon, Taeyeon, Seohyun, Jessica, YoonA, Sunny, Sooyoung, Yuri)

I'm not a Sone (SNSD's fans) actually, and I don't like the fact that this song was produced by using Super Junior's (from Mr. Simple and A-Cha--5jib) and many SM Entertainment artists' money..
Yea, no doubt at all that I almost be an anti fans of SNSD, eventhough I can't do that because I also almost became a Sone before.
I do like them, but not all of them...
There's somethings that I don't like from them.
Like :
-I don't like Jessica's voice. Yes, no doubt at all that her technique is great, her voice is so high. But I don't like her voice, just the characteristic of her voice itself.
-I don't really like the fact that Sunny (one of the members) is Lee Soo Man's (SM Ent. owner) niece. I think it will be a bit not fair, because family is the first priority (for me)... I hope Lee Soo Man is not like that, but I'M TOTALLY WRONG!! (I guess, from the fact about SJ and SM Ent.)
-.....That's it~

If I can choose, I'll choose Super Junior...
(OF COURSE!!! I'm an ELF, guys! I'm not a Sone... But ALMOST~ And, why I'll choose SJ? Because I'm a girl, and normally a girl will choose boys, not girls.. That's it =D)
Super Junior (Kangin, Kyuhyun, Heechul, Sungmin, Yesung, Siwon, Kibum, Hangeng, Eunhyuk, Donghae, Leeteuk, Ryeowook, Shindong)

The day when this song and it's MV (music video) came out I don't really care. Alright, I DIDN'T EVEN CARE A BIT!!
Why? I hate the fact that because of them and this video (that really used so much money) made Super Junior suffered. Yes, the news were spread already...
Maybe I'll go and copy and paste it here someday~
But I still have a concept that the wrong person is not SNSD or Sone, but it's SM ENTERTAINMENT itself... (frontal mode on... -_______________-)
See this...

I HATE YOUR WAYS OF BUSINESS LEE SOO MAN!! 
Yea, he's really great at business so he can turn the money and MADE SNSD MORE GLAMOUR THAN ANY SM's ARTISTS!!!!
I hate that, that's not fair!!

I still don't know what he want.... I don't know what is his priority of doing somethings like those things...
It still burden my heart... Huh...

But after all, after I watched the MV I fell in love for it <3
After I heard the song I don't really like it before...But after I listened to it so many times, I started fell in love for it... BUT!!!
I still don't like this part : "Girls Generation make you feel the heat..etc"
Because for me it's not a rapping part, but it's more similar to a poem reading part (in Korea some old songs have poem reading part in it...)

Yup... That's it..

OH YEA!!
I also don't like Jessica's first part of singing.. -__________-
But for the second and the third I like it ^^
ESPECIALLY THE THIRD!!! It's so HIIIIIIIIIIIIIIIGHHH!!!
Yea, that's it...
I'll post the lyrics (English and Korean version, for me I prefer the Korean version personally)

Sincerely,
---JW--- as an ELF and as an ALMOST SONE~ ^^

Saturday, September 17, 2011

HANGENG!!

Chinese Prince of Super Junior... We love you always.
HANGENG will be always be the part of Super Junior. We don't know it's an accident or what, but with this picture we can know, that Hangeng is meant to be Super Junior's member.


Even he's an ex-member, but in our (ELF's) heart Hangeng's name already been here for a long time ago since we love Super Junior. And he'll always be the part of Super Junior....

We always call him : "Hangeng of Super Junior"
Because we love him...
Super Junior love him....
And he loves Super Junior, and also ELFs (Elves)...

Sincerely,
JW

Friday, September 2, 2011

SUJU FANFIC—15 (14) Years Old Nanny (part 3)


SUJU FANFIC—15 (14) Years Old Nanny (part 3)


Title : 15 (14) Years Old Nanny (part 3)

Author : Jenifer Wirawan a.k.a Cho Hae Ra

Main Cast : Kibum, Kyuhyun

Other Cast : Heechul, Leeteuk, and all SUJU's members (15 of them). Plus some SM's artists. Also imagination charas..

Genre : ....? I don't know... Slice of Life? Oh, and a bit romance~

Lenght : Part 3 - on going

“Annyeong Soora-yang, Seokhoon-goon. Aku adalah pengasuh baru kalian, Cho Hae Ra. Usiaku 15 tahun dalam hitungan Korea. Aku juga bersekolah di Parang seperti kalian. Salam kenal ya...” Aku memperkenalkan diriku sebagaimana biasanya aku memperkenalkan diriku pada semua orang. Kedua anak itu tak bergerak satu syaraf pun, dan itu malah membuatku menjadi tegang. Padahal aku ingin menjadi akrab dengan mereka. Mereka nampak seperti adik-adik yang kuimpikan selama ini.

“Kuharap keluarga kami tidak harus cepat-cepat memesan nisan untukmu.” Kalimat yang diucapkan Kyuhyun terus menghantuiku. Membuatku menjadi semakin tegang, rasanya bukannya tidak mungkin sekarang aku akan ngompol sangking takutnya. Dasar pemuda sialaaaaaaaaaaaaaan!! Apakah dia menakut-nakuti ku atau memang itulah kenyataannya? Aku masih tidak bisa percaya, tapi kalimat itu tak bisa hilang begitu saja. Sampai dia bohong, kumakan dia hidup-hidup....

“Aku Soora, dia Seokhoon,” Ujar gadis yang bernama Soora itu tanpa melihat kearah mataku secara langsung. “tolong jangan pura-pura baik pada kami.” Mulut gadis kecil itu terbuka dan mengeluarkan kalimat yang menusuk bagaikan keris. Huh, tapi itu tak berlaku bagiku, aku tidak pura-pura baik pada mereka, tetapi aku akan mencoba untuk benar-benar baik pada mereka.

“M-mw-mworago?” Tanyaku padanya sangat bingung. Atas dasar apa dia mengataiku seperti itu? Menyebalkan sekali gadis imut dengan seragam manis ini. ARRRRGGGGHHH~~ “Soora-yang, aku bukan tipe seperti itu.” Aku menjawabnya dengan tegas, karena aku memang tidak seperti itu. Aku mau dia percaya dan mengetahui diriku dulu sebelum bisa menghakimiku.

“Kau tidak bisa kupercaya begitu saja,” Soora nampak menunduk kebawah, lalu menatapku lagi dengan tatapan dingin, “karena semua orang begitu, termasuk ibuku sendiri.”

*DHEG!!*

Perutku bergejolak saat mendengar kalau dia tidak bisa mempercayai ibunya sendiri. Apakah ibunya benar-benar seburuk itu? Aku juga tidak punya ibu, jadi setidaknya aku mengerti kalau begitu.... yah, ibu yang tidak bisa dipercaya. Ibuku juga begitu....

“Dia hanya mau mencari uang ayah, dan meninggalkan kami begitu saja saat ayah menceraikannya.” Soora kembali menatap ke bawah, dan yang kulihat terakhir tatapan matanya mulai melunak, tidak lagi menyiratkan tatapan khas tuan putri yang menyebalkan itu : tatapan yang merendahkan.

“Kalian ditinggalkan oleh ibu kalian? Aku juga.” Ucapku jujur sekali, tanpa embel-embel apapun. Kuharap dengan kesamaan nasib kami yang buruk mereka sedikitnya bisa menerimaku. Itu jujur kok, aku tidak mengarang apapun.

 “Kau hanya berusaha untuk menarik simpati kami!!!” Seokhoon yang kecil itu membuka suaranya. Kukira dia belum bisa bicara, tetapi justru dialah yang membentakku seperti itu. Apa ini? Keduanya benar-benar kurang ajar....  “Kalau kau memang hanya ingin uang sebaiknya sekarang kau antar kami pergi sekolah sekarang.” Soora kembali mengeluarkan suaranya yang angkuh. Kuakui memang tujuan utamaku adalah uang, jadi aku tidak akan membalas perkataan mereka lagi. Apalagi saat kulihat jam tanganku menunjukkan pk. 6.45.

Walaupun sekolah Parang dekat, tapi kira-kira butuh sekitar 10-15 menit untuk jalan kaki sampai sana. Aku tidak mau berdebat lagi dengan mereka, karena aku harus sekolah. Mau sebanyak apapun uang yang harus kuperjuangkan, aku akan lebih memilih sekolah. TENTU SAJA! Aku ini berhasil mendapatkan beasiswa untuk sekolahku selama setahun ini. Untuk tahun depan, aku harus berusaha lagi. Kami bertiga semua bersekolah di sekolah Parang. Seokhoon, si bungsu baru TK, jadi dia harus kuantar ke gedung paling ujung sebelah kiri, gedung yang paliing kecil dengan taman bermain yang paling besar. Soora yang sudah kelas satu SD harus kuantar ke gedung SD yang berada di sebelah gedung SMP, jadi tidak terlalu jauh dari kelasku juga. Urusan mudah, tak masalah. Aku memang harus berusaha.... tapi aku juga harus berusaha ekstra karena aku tidak mau menjadi....seorang yang munafik.

----------------------------------------------DI BAWAH-------------------------------------------------

“MWOOO?!!!!” Pekikku dalam hati saat melihat Kyuhyun berdiri di depan gerbang sambil melipat tangannya dan berwajah masam. Ok, apa yang dia lakukan? Sekolah bukan? Tadi dia berkata begitu pada Kibum-ssi.... sekolah?

AKU AKUI AKU INI SANGAT BODOH DI PAGI HARI...

AKU BAHKAN TIDAK MENYADARI KALAU DIA BERSEKOLAH DI PARANG SENIOR HIGH SCHOOOOOOOOLLLL!! Padahal
seragam kami sama-sama bertuliskan ‘PARANG HIGH SCHOOL’ dan hanya dibedakan dengan kata ‘JUNIOR’ dan ‘SENIOR’. Keduanya ditulis dengan bahasa Inggris, karena Parang yang kuambil adalah bagian National Plus. Begitu juga dengannya, mungkin?

“Pabo ga?” aku berbisik sampai Soora dan Seokhoon yang berada di depanku pun tak bisa mendengar keluh kesahku yang kusampaikan lewat desiran kasar yang benar-benar menggambarkan kepenatan kepalaku.

“Selain dengan dua anak yang masih menganggapku munafik, aku juga harus berjalan dengan seorang yang paling membuatku ingin menonjoknya tepat di tengah hidungnya. Aku bisa berbuat dua dosa dalam 15 menit perjalananku menuju sekolah.” Pikirku dalam hati sambil setengah memohon pada Tuhan untuk meminta takdir yang lebih baik dari ini. Ini adalah takdir yang mengerikan....

----------------------------------------------DI JALAN------------------------------------------

Aku masih tak habis pikir.... Kenyataan memang selalu berbalik dari apa yang kukira. Kenapa kalau ada kakaknya yang sudah besar ini, keluarga mereka masih harus membayar seorang pengasuh dengan bayaran mahal hanya khusus untuk mengantar kedua bocah ini ke sekolah? Apalagi sekolah mereka bertiga sama. Kalau Kibum-ssi bisa kumaklumi karena dia sudah bekerja. Aku juga mendengar dari Joo Ra-ssi kalau dia sangat pintar, jadi dia menyelesaikan kuliahnya di bagian bisnis hanya dalam waktu 2 tahun. Apalagi dia kuliah di HARVARD. Ok, aku percaya dia sangat JENIUS! Dan tentunya SERIUS!

Kembali ke topik awal.... Kyuhyun itu sudah besar. DIA SUDAH KELAS 3 SMA!! Jangan tanya kenapa aku bisa tau, tentu saja aku tau saat melihat di name-tagnya tertera tulisan : PARANG SENIOR HIGH SCHOOL. Kim Kyu Hyun. 3-2. Yah, itu bisa menyimpulkan kalau dia berusia kira-kira 18 atau 19 tahun. Tapi kemungkinan besar dia berusia 19 tahun (dalam hitungan Korea).

Kami berempat hanya berjalan tanpa suara, sama sekali tanpa suara. Kyuhyun berjalan di paling belakang dengan ear phone yang menyumbat telinganya. Soora dan Seokhoon berjalan di paling depan sambil bergandengan dan berjalan dengan lucu. Sedangkan aku? Pengasuh baru ini berjalan diantara kedua belah pihak yang memiliki jalannya masing-masing. Aku ingin ini cepat berlalu, sangat ingin.... Dan itu bisa saja kulakukan.... Mau tau caranya? Tapi ini tidak berbohong...

“OMO!! Jam 7 kurang 5 menit!!!” Aku berteriak dan hal itu membuat Soora dan Seokhoon menengok kearahku sambil menahan nafas selama dua detik, sedangkan Kyuhyun yang tadi masih berada di dunianya sendiri dengan ear phone sekarang melotot dan mengambil ancang-ancang lari sekuat tenaga. Disusul oleh kami bertiga yang tentunya tertinggal di belakang manusia dengan kaki yang super panjang itu. Oh, aku sungguh benci pagi hari..... APALAGI HARI INI!!!

-------------------------------------DI KELAS------------------------------

“HAHHHH!!!!” Aku merebahkan semua tubuhku diatas meja dan kursiku di dalam kelas 2-4. Rasanya lelah sekali, semuanya. SEMUANYA!! Ok, apa yang sedang kupikirkan? Pikiranku lelah.... Tubuhku lelah.... Perasaanku pun lelah.... Rasanya aku ingin pulang dan tidur di ranjang bututku di flat miniku itu. Rasanya pasti lebih menyenangkan. Tapi aku harus sekolah.... “AKU HARUS SEKOLAH DEMI MASA DEPANKU!!! Aku jadi benar-benar ingin keluar dari keluarga mereka itu.... Tapi itu demi uang untuk kehidupanku.... Aku harus bertahan. HARUS BERTAHAN!”

“Heh, ngapain pagi-pagi begini udah ngaco aja gayanya?” Chang Seul-ah, salah satu teman baikku menepuk punggungku dengan tajam sampai aku keselek oleh ludahku sendiri. “Bocah ini....” pikirku dalam hati sambil mengurut dadaku dan terbatuk-batuk. “YA!! Kau ini memang bocah!” teriakku padanya marah, habis aku sedang meratap malah dikagetin. Apa maunya ini anak? GROARRRRR!!

“......Bu, sabar bu....” Seul-ah mengusap-usap punggungku, lalu akhirnya DITEPOK-TEPOK LAGI! APA MAUNYA INI ANAK?! KUMAKAN KAUUUUU!!! Aku tidak bisa tahan lagi kepada anak ini.... Haduh.... Rasanya ingin meledak sekarang. MELEDAK SEKARANG!!!

“KAU....” Suaraku tertahan saat aku mendengar... “Hae Ra~ Selamat pagi...” Suara manis itu.... “Eonnieeeeee~~GOOD MORNIIIIIIIING~” Aku mengeluarkan suara manisku dan tak lupa aegyo supaya makin mantap(?). Choi Yoon Hee, salah satu sahabatku lagi memang semanis gula dan selembut awan. Dia sangat lucu, pipinya empuk dan wajah manisssssss sekali. Wajahnya bulat menandakan dia adalah seorang yang lucky! Kenapa aku memanggilnya eonnie? Ah, cerita yang panjang.... Lagipula aku senang juga memiliki seorang eonnie. Yah, satu alasanku sih karena dia sangat berpikiran dewasa. Hehehehe. WALAUPUN INI ANAK EMANG PIKUNNYA GA TAHAN... Hehehehe~

“Heh, aku tidak disapa nih?” Seul-ah menyenggol lenganku dengan sikutnya. “GA! NGAPAIN?!” aku membalas dengan ketus sambil cemberut dan merengut. “OK! FINE!!” Seul-ah kabur ke tempat duduknya. Aku pun segera mengejarnya lalu memeluknya dari belakang dan mengatakan, “Seul-aaaaahhhh~~ Mianheeeeee~~ ‘Kan tadi aku bercandaaaa~ Hari ini ada kabar baik dan kabar buruk bagiku. Nanti aku cerita.... Maapkan akuuuuu~~” Aku memelas dan mengeluarkan aegyo-ku. Tapi yang kutahu selama ini, Seul-ah tidak mempan pada aegyo-ku.... (-_____-)

“IYAAAAH... Aku memaafkanmu sayang.” Seul-ah membalikkan tubuhnya dan balik memelukku. Sedangkan Yoon Hee hanya bisa geleng-geleng saat melihatku dan Seul-ah sedang bertingkah aneh seperti itu. “YAK!! Anak-anak, ayo semua duduk!” Hwang-songsaenim—maksudku Ms. Hwang datang ke dalam kelas dan menyuruh anak-anak untuk segera duduk. Semua anak yang tadi sedang berkumpul dengan temannya masing-masing langsung bubar dan kembali ke tempat duduknya msing-masing. “Yak, anak-anak silahkan keluarkan buku cetak kalian, dan tunjukkan PR kalian masing-masing. Mulai sekarang, english lesson will start, so english please....

-----------------------------JAM ISTIRAHAT----------------------

“MWO?! Kau jadi pengasuh?!” Seul-ah menjatuhkan kimbap yang tadi sedang mau disuap kedalam mulutnya. Untung di bawanya masih ada kotak makannya, kalau tidak kimbap yang kelihatan lezat itu akan pergi untuk selamanya. Dia memang selalu terlalu heboh dalam menanggapi berbagai perkara. Ckckckckck….

“Ne, aku mengasuh dua orang anak kecil yang manis. Tapi bermulut tajam, yah gitu deh. Aku sih bisa mengerti kenapa. Karena mereka juga tidak dididik oleh ibu mereka. Yah, begitulah kira-kira. Masa lalu mereka sedikit menyedihkan, padahal mereka orang kaya. Mereka juga masih kecil, seharusnya mereka punya ibu yang menyayangi mereka. Aku juga tidak punya sih….” Aku memandangi makanan-makanan yang indah di sekelilingku, sementara aku hanya minum sekotak susu segar. Cukup menyenangkan sih…. Eh? Apanya yang menyenangkan yah? Ah, lupakan….

“Nih, makanlah sekotak. Aku masih punya sekotak lagi.” Yoon Hee memberikan aku sekotak bekal dan sumpitnya. Aku kaget, oh pasti ibunya yang menitipkannya buatku. Ibunya memang seorang ibu yang baik. “Eh? Untukku? Aaaah~~ Gomawooooo~~ Aku memang lapar. Aku lelah fisik dan mental,” aku sangat berterima kasih padanya. Juga pada ibunya yang menyiapkan bekal itu untukku.

Saat aku membuka tutupnya yang bisa kulihat adalah….kimchi. Hehehehe. Nasi… Ohohohoho… Telur goreng? Ehehehe…. Oh, ada sosis. Ok, kalau aku boleh bilang ini adalah bekal untuk anak-anak. Ah, tak apalah. Aku sudah terlalu lapar untuk berpikir. “ini pasti bekal adikmu ‘kan?” tanyaku sambil mengunyah kimchi. Yum~ Enakkkk~
“Yah, itu bekalku dan bekal adikku. Sisa sih….” Yoon Hee menjawab sambil menyuap sesendok nasi dan ayam goreng. “Enakkk~~”ujarku sambil terus mengunyah dengan semangat. Aku begitu bahagia. “OH YA!! Aku belum cerita sesuatu, aku sedang kesal juga,” aku menelan makanan yang ada di dalam mulutku cepat-cepat.

“aku sangat kesal karena dua orang anak itu menganggapku hanya seorang yang bekerja demi uang dan mau pura-pura baik pada mereka. Padahal aku ‘kan benar-benar ingin menyayangi mereka. Aku ini suka anak-anak…. HIKS!!” Aku merengut lagi dan meletakkan kepalaku di atas meja kelas ini. Seul-ah menepuk-nepuk punggungku pelan dan Yoon Hee mengangguk-angguk. Gini-gini Seul-ah orangnya perhatian abis lhoooo~~

“AH! Satu lagi…. Kakak mereka, yang bernama Kyuhyun itu…. Rasanya ingin kucincang,” aku menutup kotak makanku untuk bersiap untuk pelajaran selanjutnya. Apa ya? Oh, iya… Pelajaran Character Building selama satu jam pelajaran. “Kyuhyun harus mendengarkan satu jam ini dengan seksama. Pasti selama ini dia tidur.”

*KRIIIIIIIING!!!*

---------------------------------------------------------------
“Bagaimana dia?” Laki-laki bersuara berat bertanya pada pemuda yang berdiri di depannya. Nggg….pemuda ituuuu…. Keren? Yah, tak heran dia ‘kan masih muda. “Muda.” Ujar anak muda itu. “Apakah dia semuda dirimu?” Pria yang lebih tua itu kembali bertanya tanpa melihat kearah matanya. “Lebih muda.” Jawabnya singkat. “Lihatlah beberapa hari. Jika tidak berkompeten singkirkan secepatnya,” Pria itu menutup file yang ada diatas mejanya. “kau boleh keluar. Terima kasih atas laporannya.” “Baik.” Pemuda itu membungkuk dan beranjak keluar dari ruangan direktur itu. Berjalan sambil tersenyum dengan senyuman yang dilingkupi oleh misteri.
-------------------------------------------------------------------------

 -to be continue-

Oh, Haloooo~~ Mohon maaf lahir dan batin ya buat yang merayakan Idul Fitri~
Dan SELAMAT LIBURAAAAAN!!! YEAH! I love holiday!
*Dubs, Dubs, Dubs, Dubs* Oh, maap lagi ngedugem pake lagu Super Girl~
*Jadi kangen ama Hangeng T^T*

Ok, pertama saya akan meluruskan sesuatu,,, CERITA INI BUKAN JADI CERITA MISTERI GARA-GARA ADA BAGIAN ANEH (?) DIBAWAHNYA~ HEHEHEHEHE~

Ok, udah lurus 'kan? SIPPPPP~~

Yah, yang ini ada 2 orang manusia yg beneran ada di dunia ini dan muncul di fanfic ini...
Chang Seul-ah dan Choi Yoon Hee!!
Chang Seul-ah itu.... Melyssa Soesetyo...
Sedangkan Choi Yoon Hee itu Elizabeth Kristina.
Yh, Melyssa itu gue kenal dari FB, sedangkan Lisa itu tmn sekelas gue. Hehehehe~
Yah gitu deh ceritanya.
Pokoknya sekarang ini saya meminta comment dan kritik.
Sebenernya males buat konflik, karena nanti ceritanya aja konflik (?)...
Buat yang menunggu konflik, anda harus menunggu lebih lama dan lebih lama lagi~ (?)
Maapkan hamba tuan dan nyonyaaaa~

Oh ya karena kangen Hangeng, akan ada SUPER PIZAP Hangeng~~ ^^
ditunggu yah....

Gomawoooo~
Best Regards,
--JW-- Cho Hae Ra!

Oh ya....  Kemaren wkt coba buat nama pake rumus yang angka terakhir tahun dan bla bla bla nama gue jadi Lee Yong Mi... (=_____=) Itu iklan (?) ajah kok... #abaikan 

Sunday, August 28, 2011

SUJU FANFIC—15 (14) Years Old Nanny (part 2)

SUJU FANFIC—15 (14) Years Old Nanny (part 2)

Title : 15 (14) Years Old Nanny (part 2)

Author : Jenifer Wirawan a.k.a Cho Hae Ra

Main Cast : Kibum, Kyuhyun

Other Cast : Heechul, Leeteuk, and all SUJU's members (15 of them). Plus some SM's artists. Also imagination charas..

Genre : ....? I don't know... Slice of Life?

Lenght : Part 2 - on going

 “Pengasuh?” Kyuhyun terlihat bingung dan memandang sedikit takut sambil masih memegangi tangannya yang tadi ditangkis oleh Hae Ra, ya oleh ku. Memang oleh siapa lagi? “Hanya seorang pengasuh baru, lalu kau jadi bangga?” Kyuhyun sekarang terlihat lebih marah lagi, lebih daripada satpam yang tadi aku ledek. Walaupun dia memasang tampang garang dan mata yang melotot, aku sama sekali tidak takut padanya. Walaupun matanya keluar sekalipun, melototnya tidak akan lebih besar daripada melototnya mataku ini. Dasar bodoh, sok jago, banyak gaya, menyebalkan…

“Kau mau mati, HAH?! Sekalian saja kau menyusul dengan nenek bau tanah yang bodoh ini!” Kyuhyun lagi-lagi membentak dengan suara yang kasar sambil menunjuk kearah Joo Ra-ssi tanpa ada sedikit pun rasa hormat pada orang yang lebih tua. Kalau ini bukan rumahnya, mungkin dia sudah kuhajar!

“Tolong jangan berisik disini. Ada apa?” seorang laki-laki lagi, yang lebih tua datang untuk melerai aku dan Kyuhyun. Mungkin karena suara kami berdua sudah terlalu tinggi dan berhasil membuat orang yang nampak tenang ini naik darah. Sehingga dia harus keluar dari ruangannya, entah kamar atau kantor? Dia nampak dewasa dan lebih bertanggung jawab dibandingkan KYUHYUN~ GROARRR!!

“Ah, Kibum-ssi, maafkan saya. Mereka bertengkar karena saya.” Joo Ra-ssi terlihat lega saat dia melihat orang yang ternyata bernama Kibum ini. Ah, jadi dia yang tadi disebut oleh Joo Ra-ssi, bagiku dia ini JAUH LEBIH BAIK DARI KYUHYUN!! Uuuuurrrggghhh… Oh, ok.. dia lebih pendek dari Kyuhyun…. Dia kakaknya atau adiknya?

“Jelaskan apa yang terjadi. Aku tidak akan meminta Kyuhyun. Tapi aku akan memintamu, nona…” Dia mengalihkan pandangannya kearahku secara langsung. Tanpa senyum, dataaaaaar sekali…. Omo, kacamatanya membuatku meleleh…. Dia keren juga~ YA! Ini baru namjaaaa~

“Oh, ara-yeo,” aku membuyarkan lamunanku, dan akupun siap menjawab pertanyaannya dengan JUJUR. “Tadi saat aku dan Joo Ra-ssi sedang naik keatas tangga, kami bertemu dengan Kyuhyun. Kyuhyun langsung memarahi Joo Ra-ssi tanpa berpikir terlebih dahulu. Tapi lebih memikirkan dirinya sendiri, dan dia menggunakan bahasa yang kasar. Apalagi tadi dia juga hampir memukul Joo Ra-ssi, tapi tadi aku melawannya. Aku hanya tidak suka cara yang tidak sopan dalam memberlakukan orang yang lebih tua. Kalian ini ‘kan orang kaya. Seharusnya kalian tau diri dan tau adat, tapi dia malah berlaku seperti orang yang tidak tau norma, sopan santun, dan orang barbar. Dia seperti orang yang tidak beradab.” Jelasku panjang lebar, sampai semua uneg-uneg ku pada Kyuhyun aku keluarkan. Oh, aku melupakan bagian dia menggebrak tembok, dan mengatai aku penguntit. Ah, ya sudahlah.. Aku sudah terlanjur berhenti disini.

“….Apakah dia menyebutkan sesuatu tentang….game?” Kibum-ssi menyebutkan kata-kata keramat yang ingin membuatku membunuh Kyuhyun tadi. “Iya, dia bilang kalau Joo Ra-ssi lupa mematikan kamera di bel gerbang, maka listriknya akan melebihi batas sehingga dia tidak bisa main game.”

“Ah, kalau begitu ya sudah…. Tak apa…. maafkan Kyuhyun. Kyu, minta maaf. Setidak sukanya kau pada Joo Ra-ssi atau gadis ini, kau harus minta maaf. Kau melakukan hal yang salah.” Kibum-ssi menyuruh Kyuhyun untuk meminta maaf pada kami. Oh, begitu ya…? Apakah Kyuhyun mau meminta maaf pada akhirnya? Aku penasaran….

“Arasseo. Mianhe. Cukup, hyung? Aku mau siap-siap sekolah….” Kyuhyun saja nampak takut saat berhadapan dengan Kibum-ssi. Oh, bukan takut. Tapi rasa kagum… atau segan? Ah, susah membedakannya. Lagipula Kibum-ssi adalah kakaknya, tidak heran kalau dia segan. Kibum-ssi adalah orang ke-2 yang paling berkuasa di rumah ini setelah ayahnya, menurut hukum yang biasa berlaku.
 “Bagus. Kalau begitu aku akan kembali masuk. Silahkan selesaikan pekerjaan kalian.” Kibum segera masuk kembali kedalam ruangannya. Aku jadi merasa….takut padanya. Dia menyeramkan dalam arti yang tertentu. Hhhh… Ya sudahlah… Lupakan saja, walaupun Kyuhyun memang masih tetap menyebalkan!

“Joo Ra-ssi, ayo cepat aku belum bertemu dengan Soora dan Seokhoon,”ujarku mengingatkan Joo Ra-ssi tentang tugas utamaku. Pengasuh….

“Oh, ya… baiklah. Ayo segera ke lantai tiga.” Dan kamipun naik keatas dengan diam, selama mataku menjelajah untuk mengagumi keindahan dan kemewahan rumah ini.

--------SESAMPAINYA DIATAS--------

*CKREK*

Pintu dari kamar kedua anak itu pun dibuka. Mereka tidur dalam satu kamar, mereka nampak begitu rukun. Ah, manis sekaliii…. Aku ini memang suka anak kecil~ Tapi ingat-ingat, aku ini bukan pedofil! Wajah mereka seperti malaikat, manis sekali. Oh, ternyata mereka bukan anak kembar. Soora yang lebih tua daripada Seokhoon. Tapi, aku sedikit bingung, kenapa ada kamar anak kecil, sendirian—maksudnya berdua dia lantai paling atas? Sedangkan tidak ada kamar yang lain lagi, walaupun banyak ruangan?

*BRAK!!*

Ah, masalah itu bisa diurus belakangan, tetapi sekarang terlihat mereka berdua sedikit...sedikit…. ok, mereka sangat takut padaku. PADAKU YANG CANTIK, MANIS, BAIK HATI, TIDAK SOMBONG, DAN RAJIN MENABUNG INI!! HEEIIIIIII~~ Mereka langsung bersembunyi di dalam kamar mandi saat melihatku. Padahal tadi keduanya sedang mencuci muka dan menyikat gigi dengan imutnya, tapi sekarang pintu itu ditutup supaya aku tidak bisa melihat mereka…salah deh, supaya mereka tidak bisa melihatku. TIDAAAAAKKK!!~~ Aku tidak salah apapun pada kalian…. Huhuhuhu…. Rasanya aku ingin menangis saja…

“Soora-yang, Seokhoon-goon, ini adalah pengasuh baru kalian menggantikan yang kemarin berhenti itu.” Joo Ra-ssi menerangkan sambil bergerak masuk ke dalam kamar yang BUESUAR itu, sedangkan aku mengikutinya dari belakang. Di sebelah kanan ada ranjang yang berseprai putih dengan motif bunga-bunga berwarna ungu, sedangkan di sebelah kirinya terdapat ranjang yang berseprai biru tua dengan gambar mobil-mobil yang ada di dalam kartun ‘Cars’ produksi Walt Disney.  

“…..Arasseo.” Gadis kecil itu menyembulkan kepalanya sedikit di celah kecil dibalik pintu kamar mandi, lalu kembali menutup pintu rapat-rapat secepat kilat. Joo Ra-ssi pun menghela nafas dan mendatangiku. “Boleh kau keluar dulu? Lalu tolong tutup pintunya. Aku akan mencoba berbicara kepada mereka dulu.” “Oh, boleh…” jawabku sekenanya. Aku tidak tau apa salahku pada mereka sehingga mereka begitu takut padaku. Jadi aku tak berdaya lagi disini…

Aku pun segera keluar dari kamar yang nyaman itu dan menutup pintu, lalu aku pun memandang kearah tangga tanpa tujuan. Aku melirik tajam kearah sebuah bayangan yang datang dari arah tangga, Kyuhyun. Dia terus memandangku dengan tatapan tajam yang menyebalkan dan membuatku benar-benar ingin menariknya kemari dan melawannya satu lawan satu disini.

“Wae?” Aku bertanya masih dengan nada yang sedikit sopan, tidak sepadan dengan apa yang telah dia perbuat kepadaku hari ini. “Kuharap keluarga kami tidak perlu cepat-cepat memesan nisan untukmu.” Katanya ketus sambil tersenyum sinis dan berlalu ke sebuah ruangan yang berada tepat di seberang ruangan ini. Tak jelas ruang apa, lagipula aku hanya orang luar yang sebal padanya, dan sebentar lagipun aku hanya bertugas sebagai seorang pengasuh bagi dua orang adiknya.

“Nisan?” pikirku dalam…. “Semiris itukah nasib pengasuh kedua anak yang manis ini?” Aku terbingung-bingung sendiri tanpa punya tempat meminta jawaban. Jadi aku hanya menatap terus kearah pintu berbahan kayu dengan warna gelap yang kutunggu untuk terbuka. Aku pun penasaran dan akhirnya mendekatkan telingaku ke pintu tersebut. Tiba-tiba…

*CKREK!*

“AUUUWWWWHHH!!!” Teriakku kesakitan saat pintu itu tepat menghajar bibirku dan dahiku sekaligus. Ah, aku melupakan soal hidungku yang ikut nyut-nyutan sekarang.
“..Mianhe, Hae Ra-yang,” Joo Ra-ssi nampak kaget saat melihat keadaanku itu, dan spontan memanggilku dengan tambahan embel-embel ‘yang’. “gwenchana?” tanyanya cemas sambil memegang tanganku yang masih memegangi dahiku, dan bibirku. Untung bukan telingaku yang terhajar, kalau tidak mungkin sekarang aku sudah tuli.

“G-gwenchana…” Jawabku sambil memegangi kepalaku yang terasa sedikit pusing. “….Bisakah kita bicara dulu sebentar?” Joo Ra-ssi bertanya padaku yang masih merasa pusing ini. Aku yang masih kesakitan hanya bisa mengangguk tanpa tujuan. Memangnya mengangguk itu punya tujuan lain selain keatas dan kebawah ya? Beginilah aku yang masih error karena ditabok pintu….

Joo Ra-ssi segera membawaku ke sebuah kursi yang berada di lantai atas, dan menyuruhku duduk. Sedangkan dia jongkok di sebelahku dan mulai menerangkan. “Mereka itu…..membenci eksistensi seorang ibu.” Joo Ra-ssi memulai dengan kalimat yang membuatku lupa dengan sakit kepalaku, dan membuatku mendengarkannya 100%. “Siapa? Seokhoon dan Soora?” tanyaku antusias.

“Semua. Semua anak yang ada disini, termasuk Kyuhyun-ssi dan Kibum-ssi.” Joo Ra-ssi menjawabku dengan tatapan yang sedih seakan sedang membayangkan memori yang berjalan di otaknya seraya menceritakannya padaku. Eh, sebentar… “Aduh, Joo Ra-ssi jangan sebut namanya, apalgi keras-keras. Aku jadi sakit kepala…” Ujarku memang berlebihan sih… “Lagipula dia ada disana.” Aku menunjuk ruangan misterius yang dimasuki oleh Kyuhyun tadi.

“Ah…. Kalau begitu kita sebaiknya tidak mengganggunya kalau begitu….” Joo Ra-ssi berdiri lalu membantuku untuk berdiri juga. “Aku juga tidak tertarik untuk mengganggunya, kok. Aku tidak kurang kerjaan.” Pikirku sambil berdiri dan mendengarkan Joo Ra-ssi yang kembali menerangkan kepadaku, “jadi jangan heran kalau mereka, Soora-yang dan Seokhoon-goon, yang akan kau urus itu takut dan tidak suka padamu.”

“Tunggu, Joo Ra-ssi, aku ini tidak seperti seorang ibu ‘kan? Aku ini masih sekolah. Mungkin lebih tepat kalau aku menjadi kakak mereka. Jadi aku tidak perlu takut….” Aku menganggap semuanya enteng, aku jagoan.

“Mereka juga punya seorang kakak yang tidak ada disini. Dia, Chae Hee-ssi sedang pergi keluar negeri selama 4 tahun,” Joo Ra-ssi kembali menerangkan perihal keluarga ini padaku. Oh, baguslah…. Karena ada seorang anak perempuan lagi disini, jadi mungkin aku bisa berteman dengannya. “dia adalah yang paling tidak disukai di rumah ini.” Tapi kalimat ini membuat kaget dan membuang harapanku untuk berteman dengannya jauh-jauh.

“….Ok, tapi mungkin sekarang lebih baik aku segera bertemu mereka dan mengantar mereka ke sekolah,” aku menunjukkan jam tanganku yang menunjukkan pk. 6.30, sedangkan sekolahku mulai jam 7 pagi, dan pulang pk. 22.00 nanti. Bagaimana aku menjemput mereka?” aku bertanya polos pada Joo Ra-ssi, benar-benar tidak tau harus berbuat apa.

“Nanti, biar aku yang menjemput mereka pulang sekolah.” Suara yang nge-bass itu datang dari bawah dan sedang naik keatas. Oh, itu Kibum-ssi…. Dingin, ya…. Wajahnya itu tanpa senyum sama sekali, dan bicaranya dengan nada datar. Seram deh…. “Arasseo, kamsahamnida.” Ujarku sambil membungkukkan tubuhku. Dia pun hanya mengangguk dan berlalu lagi ke bawah lagi.

“Baiklah, ayo aku harus menghadapi mereka….” *GLEK!!* aku menelan ludahku karena tegang. Mereka harus bisa kuatasi mau tidak mau. Karena mereka adalah pekerjaanku….

*CKREK!* pintu yang memegang hidup dan matiku pun dibuka…. Di dalamnya terdapat dua orang malaikat mungil yang katanya dapat membuatku harus….masuk ke liang kubur?

-to be continue-   

HAIIIII~~ Ini adalah part 2 dari fanfic sayaaaa~~ Maaf lama dan bagian ini biasa aja gitu, abis lagi gila bikin fisika sih... Huhuhuhuhuhuhuhu~~ Doakan saya yah supaya bisa ngerjainnya~~ hehehehe~~ Gomawo. Biasa, ditunggu comment dan kritik nya. 
As usual : re-uploaded on jw-no-info.blogspot.com

Cho Hae Ra (JW)


  

Kim Heechul-ssi, Take Care....

----One of the Super Junior member will enter the army in South Korea soon, on 1st of September 2011----
Dear Super Junior's Cinderella : Kim Heechul-ssi,
I'm an E.L.F, and I really hope that you can read this massage. I don't know how, but if you can, that's a total relief. First of all I want to say sorry that I don't understand Hangul, so I write in English. If you don't understand you can ask Kibum-ssi for help. But me? Who can I ask for some help? So, I'm begging you that you can understand my situation.
I'm an Indonesian E.L.F, (Hope you know where is Indonesia. I bet you know, because you ever been here, in Jakarta when you attended KIMCHI 2011) and I have known that you're a 4-dimension man. That's great...
I like your existance in Super Junior, because you're like a sun.
You're always shine so bright, and bring a lot of happiness to the members and the E.L.Fs.
Your mouth is really harsh sometimes, but that's the way you are, right? But I think you must have think it more maturely that you don't have to make a fuss about something can be omit. Peace is the best thing right? You've ever told us that 'An E.L.F that bashed another fandom is not reasonable to an E.L.F.' In another way you ask us to not make a fuss that unnecessary. Yea, hope you too.. ^^ And you know what? That quote is the most beautiful and unforgettable quote among all the Super Junior's quotes. You are the one that really good at words and poems.... You really do...
I want you to be yourself.
Nothing can change Kim Heechul-ssi right?
Actually I don't want to call you 'oppa' because I don't think I have the permission to call you that way...
I like when you make Kibum-ssi more lively.
I like when you accepted Hangeng gege that much...
I like when you make a fuss to make us laugh..
I just like you the way you are right now.
Now, you have to leave Super Junior for a while... You want to enter the army right?
Take care, that's the only thing I can say to you...
Because I'm nothing, I'm only an E.L.F among all E.L.Fs all around the world.
Just don't forget about your smile.
Your smile will bring a lot of smiles from another people in army.
So then, Annyeong...
Kamsamnida~

As an E.L.F and a fan Saranghaeyo~

BEST REGARDS,
-----JW-----

Monday, August 22, 2011

SUJU FANFIC--15 (14) years old Nanny (part 1)

Title : 15 (14) years old Nanny (part 1)
Author : JW a.k.a Cho Hae Ra
Main Cast : Kibum, Kyuhyun
Other Cast : Heechul, Leeteuk, and all SUJU's members (15 of them). Plus some SM's artists. Also imagination charas..
Genre : ....? I don't know... Slice of Life?
Lenght : Part 1 - on going

"Jadi mulai sekarang kamu bekerja disini..." Lee Ajummah, tetangga yang tinggal di sebelah flatku, menerangkan secara panjang lebar sambil menunjuk peta yang ada di tangannya, sedangkan aku ini hanya bertengger di depannya sambil pura-pura melihatnya dengan seksama dan serius, padahal aku separoh membayangkan rasa dari waffle yang sudah kuimpikan setelah aku mendapatkan gaji pertamaku nanti...

"Ne, ajummah. Arraseo..." Ujarku sambil meengangguk dan membungkuk saat dia berlalu... Aku memegang peta yang tadi dia berikan kepadaku, lalu membolak-balikkannya sampai aku menemukan arah yang benar. 

"Oh, rumahnya cukup strategis... Di dekat minimarket STARTmart* yang itu... Aku kan dulu sering kesana. Ah, masalah kecil~" Ujarku enteng dalam hati. 
Aku terus menyanyi dan bersenandung kecil dalam hati, karena tentunya aku bahagia. KENAPA? Aku baru saja ditimpa masalah dan musibah, tiba-tiba aku dapat durian runtuh begini, siapa yang tidak melonjak kegirangan?
Keluargaku bangkrut, dulu appa ku pengusaha tekstil yang cukup sukses. Tapi setelah bangkrut dia malah memilih untuk bunuh diri dan meninggalkan aku sendirian. Sejak kecil omma memang sudah tidak ada. Dia pergi meninggalkan aku dan malah kudengar sekarang kalau dia sudah punya suami dan anak baru lagi. Dia muak terhadap appa yang dulu terlalu sering minum-minum, walaupun sampai hari terakhirnya pun dia memilih bunuh diri tepat setelah dia minum-minum di bar kesukaannya.

Aku sedih, tentu saja aku sedih. Tapi berhubung dulu aku sama sekali tidak akrab dengan appa, aku tidak menangis sedikit pun. Aku tidak punya rasa bersalah sedikit pun, karena aku sendiri pun tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepada appa ku. Karena aku sangat jarang bertemu dengannya. 

"Ah, yang ini yah? Keluarga......Kim Sang Min? Ah benar, lebih baik sekarang a--WOWWWW~~" Ucapanku tertahan saat aku melihat betapa tingginya rumah ini. Mungkin 4 lantai, dengan luas yang kira-kira sebesar......lapangan bola...?

"Wah, aku tau, mereka ini pasti anak-anak dari konglomerat. Lalu jangan-jangan mereka ini adalah orang-orang kaya nan sombong yang tidak bisa memandang orang jelata seperti aku? Lalu--AHHH!! Buat apa aku memikirkan hal yang macam-macam, lebih baik aku pencet belnya sekarang, lalu aku akan bekerja, dan tentunya aku akan lebih cepat mendapatkan GAJIKU!! HUAHAHAHAHAHA~" 

*TING TONG*
Aku memencet tombol bel yang ada di samping papan nama. Oh, ada kamera di bel tersebut. Akupun mendekatkan wajahku kesana, supaya orang rumah dapat melihat wajahku.

"Ne, siapa itu?" Suara seorang wanita tua terdengar dari dalam. Aku pun memperkenalkan diriku padanya, "Ah, annyeong haseo, Naneul Cho Hae Ra imnida.. Aku adalah pengasuh baru disini. Salam kenal..."

"Oh, pengasuh dari Soora dan Seokhoon? Sebentar, aku akan membukakan pintu." Lalu wajah ajummah itu tak terlihat lagi di layar. Namun wajahnya berganti dengan gambar-gambar yang normal terjadi di rumah orang kaya. Ruangan yang terlihat sangat-sangat luas... Kursi meja yang mewah. OH! Itu... TV LED terbaru.. Wah, keren sekali..
Eh, apa itu? Oh, itu 'kan.... lemari penyimpanan wine. Rumah ini bisa dipastikan sebagai rumah ORANG KAYA~

Aku pun melihat ke sekeliling, dan aku mendapati kalau sebenarnya aku ini sedang berada di tempat yang 'BUKAN HABITAT CHO HAE RA'. Karena kalau kau lihat sekelilingmu semua yang ada adalah rumah bertingkat yang minimal tingkat 3 dengan luas yang LUAR BIASA! Kalau yang ini lapangan bola, yang disana, kalau aku tidak terlalu membesar-besarkan nampaknya ada yang samping rumahnya hanya terisi dengan.....kosong. Tempatnya sangaaaaat luas, dan semuanya kosong. Termasuk jarak rumah ke tempat kosong itu. Luas sekali.... Untuk apa yah? Oh, aku tau apa itu. Tempat mendarat helikopter. Karena helikopter butuh tempat yang luas untuk mendarat, untuk menghindari angin yang diakibatkan oleh baling-balingnya.

Tunggu sebentar.... HELIPET?!

*DHEG!*
Aku segera membalikkan tubuhku saat aku tampak dipelototi oleh seorang satpam yang melihatku dari kejauhan. Aku hanya mencoba untuk menyesuaikan diri di lingkungan kerjaku ini, tapi aku malah dipelototi oleh laki-laki sangar yang nampak mengerikan. Maaf deh, aku belum mau mati muda. Jadi aku segera membalikan tubuhku kembali kearah rumah keluarga Kim Sang Min-ssi, big boss baruku. Tepatnya sih aku melihat kearah kamera tadi, habis aku kesal juga. Sudah begini lama ajummah tadi belum juga keluar? 
Haduh, memang ada rintangan dulu untuk keluar dari rumah ini yah?

Seorang pemuda nampak sedang berjalan di depan kamera, sehingga dia terlihat di layar itu. Rambutnya sedikit berantakan dan dia menggunakan setelah jas yang nampak familiar... Apa yah? Otakku sedang mandek sehingga aku pun tidak tau apa itu, dan aku tidak mau ambil pusing... Tapi dia melihat kearah kamera, yang kulihat sih dia melihat kearahku dengan tatapan yang tidak biasa. Lalu dia pun mendatangi kamera dan langsung menggebraknya sampai terdengar bunyi yang membuat jantungku mampu melompat keluar dari mulut. 

"Siapa kau? Penguntit?!" Lalu dia mematikan kamera tersebut tanpa mendengarkan jawaban dariku.
"OMO! Laki-laki macam apa itu? Beraninya dia main-main denganku?! CIH! Menyebalkan sekali!! Tapi tunggu, aku tidak harus mengurusnya 'kan?" Aku berpikir sejenak, lalu aku tertawa sendiri, tertawa atas kebodohanku. 
"Mana mungkin orang yang sudah setua itu harus kuurus? Dia sudah nampak lebih tua daripadaku... Huh.... Pabo~" Aku mengutuk diriku sendiri dalam hati.

*CKREK!*
Suara pintu terbuka akhirnya terdengar juga. Suara yang kutunggu-tunggu semenjak kira-kira 10 menit yang lalu. Hmm.. Setahuku kalau kamera bel masuk itu biasanya berada di dekat pintu masuk. Paling 2-3 menit untuk keluar dari sana, tetapi dia lama sekali. Ah, ya sudah lah. Kalian tidak akan heran saat melihatnya secara langsung. Dia sudah tua... Jalannya memang pelan, tapi langkahnya masih pasti dan masih tegap....

"Cho Hae Ra?" Ajummah itu memanggil namaku. Aku ti/dak tahu harus memanggilnya apa. Kalau aku tidak memanggilnya ajummah, aku akan nampak tidak sopan sekali...
"Ne, ajummoni?" Aku mendekat ke pintu gerbang perlahan.
"Ah, jangan panggil aku seperti itu. Aku hanya pembantu disini. Panggil saja aku Joo Ra-ssi. Namaku Lee Joo Ra. Aku adalah pembantu rumah tangga disini. Kalau boleh tau berapa usiamu Hae Ra-ssi?"

"Ah, Aj--Joo Ra-ssi, panggil saja aku Hae Ra. Aku ini masih kecil kok, umurku 15 tahun dalam hitungan Korea." Jawabku sambil membungkuk memberi salam kepadanya. Dia nampak ramah dan baik, syukurlah...

"Mworago? 15 tahun? Kau masih muda sekali..? Kau...yakin kalau kau bisa mengurus Soora dan Seokhoon? Dua anak itu sangat nakal dan tidak bisa diam..." Joo Ra-ssi sangat kaget saat aku menyebutkan usiaku. Memang dia pikir berapa usiaku? Memang aku terlihat setua itukah?

"Waeyo Joo Ra-ssi...? Memang kau kira usiaku berapa? Apakah aku terlihat setua itu?" Aku bertanya dengan nada manis dan sopan, juga dengan senyum ramah menghiasi bibirku. Walaupun dalam hati aku menyimpan sedikit rasa kesal, namun dia tidak salah juga. Aku hanya ingin tau...

"Oh bukan. Kau tinggi sekali ya? Hampir setinggi Kibum-ssi... Padahal usiamu berbeda 8 tahun dengannya..."
"Kibum? Apakah dia laki-laki yang tadi menggebrak tembok dan berlaku tidak sopan padaku tadi? Cih, kumakan dia... GRAORRRRR~~" Pikirku marah kepada orang yang tadi sangat menyebalkan itu... 

"Oh, begitu.. Kalau begitu bisakah sekarang kita masuk dan membahas soal pekerjaanku, Joo Ra-ssi?" Aku mencoba untuk mengingatkannya untuk membahas tentang pekerjaanku...
"Omo, iya, mari kita masuk..." Joo Ra-ssi membuka pintu dan mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam rumah super mewah nan megah itu. Untuk terakhir kali aku mengintip sejenak kearah satpam mengerikan tadi..
OH, dia tidak sedang melihat kearahku. Tadi dia mengagetkanku.. Sekarang aku akan membalas dendamku!

"BWEEEEE~~" Aku menjulurkan lidahku kearahnya sambil meledeknya dari jauh.
Tiba-tiba dia melirik kearahku, dan membalikkan badannya padaku. MARAH.. Oh tidak... Aku segera masuk ke dalam rumah setelah menutup gerbang dan segera menutup pintu rumah RAPAT-RAPAT!! Jangan sampai setelah ini dia akan menembaki rumah ini karena seorang pengasuh muda baru saja meledeknya..

Kami masuk, ya, aku dan Joo Ra-ssi. Joo Ra-ssi memimpin jalan, sementara aku hanya mengikutinya di belakang sambil memandangi lorong yang kulewati ini. Tidak terlalu terang sih, tapi yang kulihat banyak sekali lukisan-lukisan yang terpajang di sepanjang dindingnya. Tidak ada yang aku kenal, tapi nampaknya banyak sekali lukisan-lukisan hewan. Apakah Kim Sang Min-ssi seorang pecinta hewan? Ada kuda, macan, naga, juga burung-burung. Aku hanya memandangin dan mengaguminya sampai aku akhirnya menyadari kalau aku berada di ruangan yang lebih luas dan lebih terang dari pada lorong-lorong yang berkarpet merah tadi. 

OH ASTAGAH!! Ruangan macam apa ini? Lebih tepat disebut sebagai museum dibandingkan ruang tamu. Guci-guci mewah yang tinggi dan nampak langka. Kursi dan meja yang terbuat dari kayu yang mengkilap indah. Masih terdapat juga lukisan-lukisan indah menggantung di dinding untuk memperindah keadaan rumah yang bagiku begitu suram ini.. Karena tidak ada suara apapun selain hentakan kaki Joo Ra-ssi dan aku yang sedang memasuki rumah.

Jujur saja, karena aku belum pernah ke tempat yang sebegini mewah sebelumnya. Aku hanya bisa menganga saat melihat chandelier yang ada diatas ku. Aku hanya bisa tersentak ssat melihat betapa megahnya tempat lilin yang sekarang menjadi lampu itu. Karpet yang kuinjak ini, untung saja aku sudah membuka sepatuku di luar bersama Joo Ra-ssi, karpet ini nampaknya import dari negara Timur Tengah. Ongkos nya saja sudah tidak terdefinisi di otakku.  

"Joo Ra-ssi, kita akan kemana?" Aku bertanya sambil celingukan melihat kanan dan kiri. Aku gugup.. SEKALI...
"..Ngg. Jam sekolah masih lama bukan?" Joo Ra-ssi bertanya kepadaku, karena dia tau aku seorang pelajar. Secara dia tahu umurku dan juga pakaianku. Lagipula ada nametag-nya. Cho Hae Ra, Paran Junior High School.
Aku melirik kearah jam tanganku, jam 6 pagi lewat 11 menit. 

"Ah, masih lama... Sekolah itu hanya tiga jengkal di depan sana..." Aku berpikir dalam hati, lalu mengangguk kearah Joo Ra-ssi, tanda mengiyakan.
"Kalau begitu bagaimana kalau kau bertemu dulu dengan Soora dan Seokhoon? Kau harus cepat akrab dengan mereka," Joo Ra-ssi menjelaskan secara singkat sambil membalikan tubuhnya. "mereka ada diatas. Lebih baik kau juga latihan untuk menguruh mereka dari pagi ini.." Joo Ra-ssi menaiki tangga yang lagi-lagi WAAAAAAH~ Seperti yang ada di istana-istana negeri dongeng~

Mosaic yang bergambar sunflower menghiasi tangga yang bercabang dua itu. Kamipun belok ke sebelah kanan, dan saat kami naik tiba-tiba...
"YA! Ajummah!! Kau itu selalu saja lupa ini dan lupa itu! Kau tadi lupa mematikan kamera bel tamu! PABO GA?!" Teriak seorang pemuda yang berdiri di atas tangga itu dengan nada kasar dan tanpa sopan santun. AKU TAU DIA!! DIALAH YANG TADI MENGGEBRAK TEMBOK!! GROARRRRRRRR~~

"Mianhe, Kyuhyun-ssi. Maafkan aku, tadi aku sama sekali lupa... Ta-tadi aku juga harus mengantar Cho Hae Ra-ssi dari gerbang.." Joo Ra-ssi nampak ketakutan dan membungkuk meminta maaf kepada pemuda sialan yang ternyata bernama Kyuhyun itu. 

"Cho Hae Ra?! Siapa itu? Penting kah? Kau tau, kalau listrik rumah ini melebihi batas aku tidak bisa main game lagi, Pabo! Jinja.." Kyuhyun menghela nafas setelah marah-marah sambil melotot kearah Joo Ra-ssi. Dia nampaknya belum melihatku, atau tidak merasakan eksistensi ku sehingga dia tidak ngamuk-ngamuk kearahku.

"Ara, siapa itu? OH! Dia 'kan penguntit yang tadi mengintip di kamera?! Kenapa kau bawa dia masuk, nenek sialan?! Sudah dibilang jangan membawa masuk orang-orang yang tidak dikenal sembarangan!! Lihatlah dulu, pembantu lama disini, Hee Bin-ssi. Dia membawa masuk orang asing dan barang rumah ini ada yang dicuri!! Kau juga mau seperti itu? HAH?!! KUPECAT KAU!!" Kyuhyun (sialan) itu turun kearah Joo Ra-ssi dan bersiap memukulnya. Tapi entah aku mendapat keberanian darimana, aku menghadapinya tepat di depan Joo Ra-ssi yang sudah pasrah akan dipukul olehnya.

Saat aku menangkis pukulannya, pemuda menyebalkan yang ingin kubuang ke dasar bumi ini kaget dan spontan menarik tangannya menjauh dari tanganku yang langsung dia lepaskan. Oh, dia tidak terlalu kuat... Cih, banyak gaya...

"HEI KAU! Memang kau siapa? BERANI SEKALI KAU MELAWANKU!!?? Kau ini 'kan cuma orang luar!" Kyuhyun sekarang makin marah dengan kemarahan dan emosi yang memuncak dan semakin menjadi-jadi. Aku tidak peduli.. Karena dia melakukan hal yang SALAH!

"YA! Kau yang siapa? HAH?! Kau boleh orang kaya tapi kau juga tidak akan bisa hidup tanpa Joo Ra-ssi yang mengurus rumah ini. Aku percaya itu.. Lalu kau bertanya aku siapa? Huh, asal kau tau ya. AKU INI CHO HAE RA!! PENGASUH KIM SOORA DAN KIM SEOKHOON! Beradaptasilah dengan diriku, pemuda sialan tak tau malu menyebalkan tak tau diri, Kim Kyuhyun!"

-to be continue-

*PERHATIAN! NAMA minimarketnya itu ngarang...==
Skolahnya sering denger..*

HIAIIIII~~ Ini debut pertama saya dalam mengarang fanfic tentang K-Pop.. Dulu pernah sih gue bikin yang anime.. Tp berhubung sekarang lagi k-pop addict jadi buatnya yang k-pop deh... Please leave your comment. Buat nama Kyuhyun jadi Kim, karena nama kluarga saya a.k.a Cho Hae Ra, memakai nama kluarga dia.. Lagian dibuatnya CERITANYA Kibum ama Kyuhyun itu bersaudara..
Jadi.. Smua yang ada disini adalah FIKTIF!!
THIS IS ONLY A FICTION!
~IN FICTION~ *nyanyi lagu B2ST..==*

Best Regards, 
Cho Hae Ra (JW)